Sabtu, 27 November 2010

Awas, Windows 7 Bakal Diserang

Symantec mengungkapkan prediksi tren ancaman keamanan tahun 2010. Pengguna Windows 7 harus waspada.
Jika ada pertanyaan: sistem operasi mana yang paling banyak terinfeksi malware? Jawabannya sudah pasti Windows. Sebagai OS yang paling banyak digunakan, Windows memang menjadi sasaran empuk malware. Apalagi OS ini dianggap punya banyak celah keamanan yang bisa ditembus. Walau Microsoft secara rutin telah menambal celah-celah tersebut dalam setiap OS keluaran terbarunya, tetap saja tidak memupus minat para pemprogram untuk menyerangnya.

Begitupun dengan Windows 7 yang baru hadir akhir November lalu. Belum lama diluncurkan, Microsoft telah meluncurkan tambalan keamanan pertama untuk sistem operasi tersebut. Berhubung Windows 7 sudah mulai beredar dan diperkirakan akan menarik perhatian di 2010, tak diragukan lagi penyerang pasti akan mencari cara untuk mengeksploitasinya.

Itulah satu dari beberapa poin yang diungkap Symantec dalam prediksi tren keamanan 2010. Melalui sebuah rilis pers, mereka juga memberikan perhatian khusus kepada penyebaran malware lewat internet. Terutama dengan semakin berkembangnya penggunaan jejaring sosial dan perpesanan instan.

Popularitas jejaring sosial yang diperkirakan akan melesat lebih tinggi tahun depan membuat jumlah penipuan juga akan terus mengimbangi pertumbuhan pengguna situs tersebut. Semakin banyak penyerang mencoba mengecoh pengguna Facebook dan Twitter guna menyebar malware atau memperoleh data & informasi pribadi. Selain lewat trik lama seperti phishing, penyerangan juga bakal dilakukan lewat celah keamanan pada aplikasi pihak ketiga (API). Bisa jadi saat pengguna mendaftarkan diri dalam sebuah game online di Facebook, pada saat itu pula profil mereka disabot oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Untuk pengguna Twitter dan perpesanan instan, bahaya berpotensi muncul melalui layanan penyingkat URL. Karena pengguna sering tidak mengetahui ke mana mereka akan diantar oleh URL yang dipendekkan, penipu dapat menyembunyikan tautan yang sebenarnya berbahaya. Selain itu dalam rangka untuk menghindari teknologi CAPTCHA, serangan lewat instant messenger (IM) akan naik popularitasnya. Ancaman lewat IM akan terdiri dari pesan spam yang tak diinginkan yang mengandung link berbahaya, khususnya serangan ditujukan pada akun IM yang aktif. Pada akhir 2010, Symantec memperkirakan bahwa secara keseluruhan, satu dari 12 hyperlink akan mengarah ke domain yang diketahui digunakan untuk menampung malware.

Poin-poin penting lain yang dipaparkan Symantec antara lain: peningkatan jumlah produsen software keamanan palsu, botnet yang terus-menerus berubah dengan cepat (fast flux) meningkat, peningkatan malware yang menyerang peranti mobile dan Mac, serta spesialisasi fungsi malware.

Menghadapi segala ancaman tersebut, industri dengan cepat menyadari bahwa pendekatan tradisional untuk antivirus, baik dengan file signature dan kemampuan heuristic/behavioral, tidak cukup untuk melindungi dari ancaman terkini. PC harus disenjatai dengan paket keamanan internet lengkap. Harganya kini pun kian terjangkau, sebanding dengan beban tugasnya dalam menjaga data-data penting pengguna.

Namun yang tak kalah penting adalah kewaspadaan pengguna terhadap variasi jenis serangan keamanan. Karena secanggih apapun teknologi, pengguna tetap memegang peranan utama.

IBM Resmikan Lab Komputasi Awan ke-11

Lab Komputasi awan ke-11 milik IBM baru saja diresmikan. Dibukanya lab yang berlokasi di Changi Business Park, Singapura ini niscaya akan dapat membantu dunia usaha, pemerintah, serta lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk merancang, mengadopsi dan meraih manfaat yang ditawarkan cloud computing.
Ronnie Tay selaku Chief Executive Officer (CEO), Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) juga mengumumkan peluncuran lab awan yang baru ini pada Upacara Pembukaan even unggulan IDA, CloudAsia 2010. Untuk Anda ketahui, CloudAsia 2010 merupakan tempat berkumpulnya para peneliti dan praktisi Cloud dan Grid Computing.
“IDA senang dapat berkolaborasi dengan IBM dalam Inisiatif Lab Awannya. IDA menganggap komputasi awan sebagai paradigm penting berikutnya di bidang komputasi yang dapat membantu mempertajam daya saing perusahaan dan organisasi. Kami ingin mengembangkan sebuah komputasi awan yang ‘hidup’ di kawasan ini maupun di bagian dunia lainnya,” terang Tay.
“Lab Awan di Singapura ini akan membantu IDA mewujudkan rencana master iN2015 miliknya dan mempercepat pengadopsian komputasi awan oleh semua organisasi untuk membangun Sungapura yang Lebih Pintar,” tutur Alan Ganek (Chief Technology Officer dan Wakil Presiden Strategi dan Teknologi, Software Group, IBM).
Seperti dikutip dari pernyataan Michael Barnes (Wakil Presiden, Software Research, Springboard Research), investasi Lab awan IBM yang baru di Singapura ini akan menjadi bagian penting bagi pasar Komputasi Awan yang masih dalam tahap dini. Dimana pada masa itu sumber daya dan dukungan sangat diperlukan untuk mengatasi ketidakpastian dan keraguan  yang menjadi ciri khas pasar ini di tahap awal.

Tak hanya itu, Lab Singapura ini juga akan berperan sebagai gerbang bagi dunia usaha, pemerintah, lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Seluruhnya guna mengakses teknologi dan infrastruktur awan. Juga untuk memanfaatkan piranti lunak, layanan dan lab penelitian IBM di seluruh dunia.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting