Sabtu, 27 November 2010

LG Hadirkan TV Internet Berkonten Lokal

Mau buka Facebook atau lihat video di You Tube sambil tetap nonton sinetron kesukaan Anda? Lewat jajaran TV Internet besutan LG hal ini bisa terwujud dengan mudah tanpa harus repot menyalakan komputer.

Perusahaan riset AC Nielsen mencatat akses Internet di Indonesia mencapai peningkatan 20% tahun ini, cukup jauh dibandingkan tahun 2005 yang hanya naik 8%. Melesatnya pengguna Internet di Indonesia ini dimanfaatkan LG Electronics Indonesia (LGEIN) untuk memperkenalkan jajaran TV Internet sebagai alternatif akses ke dunia maya selain produk macam komputer atau smartphone yang lebih umum digunakan orang. Pada intinya LG ingin konsumen juga mudah mengakses Internet cukup lewat TV sambil tetap menikmati siaran televisi.

TV Internet LG hadir dalam tipe LE5500, LE7500, LX 6500 dan LX 9500 dengan ukuran mulai dari 32“ hingga 55“ dengan harga mulai Rp 32 juta hingga Rp 55 juta. Semuanya dilengkapi konektivitas Internet yang memanfaatkan koneksi kabel LAN (RJ45) atau wireless (via dongle WiFi), tentu saja di rumah harus sudah tersedia koneksi Internet lewat router. Namun akses ke Internet di TV Internet milik LG ini bukanlah membuka browser seperti di komputer melainkan melalui widget atau aplikasi khusus yang telah tersedia sesuai temanya dengan memanfaatkan feature NetCast.

Untuk saat ini sistem LG NetCast telah menyediakan sekitar 10 widget yakni AccuWeather untuk informasi cuaca, You Tube, Facebook, Twitter, Picasa, saluran TV Al Jazeera, portal game Accedo, konten film Viewster, dan juga konten lokal dari Detik.com (portal berita). Anda cukup memilih widget yang tersedia ini melalui remote TV, dimasa mendatang LG dan mitranya akan terus memperkaya konten Internet tersebut agar semakin lengkap. Detikcom sendiri dipilih sebagai konten lokal pertama di TV Internet mengingat mereka dianggap portal berita besar di tanah air selain juga kesamaan visi dalam memanjakan pelanggannya.

"Lewat TV Internet ini LGEIN ingin memberikan solusi konvergensi dimana terintegrasinya layanan penyiaran dan komunikasi data bagi masyarakat hadir secara cepat dan realtime," ujar David Tjokro, Marketing Director LGEIN saat peluncuran produk tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa LGEIN membuka kerjasama dengan penyedia konten lokal lainnya, terutama konten yang berhubungan dengan komunitas, untuk dimasukkan ke TV Internet LG.

Awas, Windows 7 Bakal Diserang

Symantec mengungkapkan prediksi tren ancaman keamanan tahun 2010. Pengguna Windows 7 harus waspada.
Jika ada pertanyaan: sistem operasi mana yang paling banyak terinfeksi malware? Jawabannya sudah pasti Windows. Sebagai OS yang paling banyak digunakan, Windows memang menjadi sasaran empuk malware. Apalagi OS ini dianggap punya banyak celah keamanan yang bisa ditembus. Walau Microsoft secara rutin telah menambal celah-celah tersebut dalam setiap OS keluaran terbarunya, tetap saja tidak memupus minat para pemprogram untuk menyerangnya.

Begitupun dengan Windows 7 yang baru hadir akhir November lalu. Belum lama diluncurkan, Microsoft telah meluncurkan tambalan keamanan pertama untuk sistem operasi tersebut. Berhubung Windows 7 sudah mulai beredar dan diperkirakan akan menarik perhatian di 2010, tak diragukan lagi penyerang pasti akan mencari cara untuk mengeksploitasinya.

Itulah satu dari beberapa poin yang diungkap Symantec dalam prediksi tren keamanan 2010. Melalui sebuah rilis pers, mereka juga memberikan perhatian khusus kepada penyebaran malware lewat internet. Terutama dengan semakin berkembangnya penggunaan jejaring sosial dan perpesanan instan.

Popularitas jejaring sosial yang diperkirakan akan melesat lebih tinggi tahun depan membuat jumlah penipuan juga akan terus mengimbangi pertumbuhan pengguna situs tersebut. Semakin banyak penyerang mencoba mengecoh pengguna Facebook dan Twitter guna menyebar malware atau memperoleh data & informasi pribadi. Selain lewat trik lama seperti phishing, penyerangan juga bakal dilakukan lewat celah keamanan pada aplikasi pihak ketiga (API). Bisa jadi saat pengguna mendaftarkan diri dalam sebuah game online di Facebook, pada saat itu pula profil mereka disabot oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Untuk pengguna Twitter dan perpesanan instan, bahaya berpotensi muncul melalui layanan penyingkat URL. Karena pengguna sering tidak mengetahui ke mana mereka akan diantar oleh URL yang dipendekkan, penipu dapat menyembunyikan tautan yang sebenarnya berbahaya. Selain itu dalam rangka untuk menghindari teknologi CAPTCHA, serangan lewat instant messenger (IM) akan naik popularitasnya. Ancaman lewat IM akan terdiri dari pesan spam yang tak diinginkan yang mengandung link berbahaya, khususnya serangan ditujukan pada akun IM yang aktif. Pada akhir 2010, Symantec memperkirakan bahwa secara keseluruhan, satu dari 12 hyperlink akan mengarah ke domain yang diketahui digunakan untuk menampung malware.

Poin-poin penting lain yang dipaparkan Symantec antara lain: peningkatan jumlah produsen software keamanan palsu, botnet yang terus-menerus berubah dengan cepat (fast flux) meningkat, peningkatan malware yang menyerang peranti mobile dan Mac, serta spesialisasi fungsi malware.

Menghadapi segala ancaman tersebut, industri dengan cepat menyadari bahwa pendekatan tradisional untuk antivirus, baik dengan file signature dan kemampuan heuristic/behavioral, tidak cukup untuk melindungi dari ancaman terkini. PC harus disenjatai dengan paket keamanan internet lengkap. Harganya kini pun kian terjangkau, sebanding dengan beban tugasnya dalam menjaga data-data penting pengguna.

Namun yang tak kalah penting adalah kewaspadaan pengguna terhadap variasi jenis serangan keamanan. Karena secanggih apapun teknologi, pengguna tetap memegang peranan utama.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting