Lab Komputasi awan ke-11 milik IBM baru saja diresmikan. Dibukanya lab yang berlokasi di Changi Business Park, Singapura ini niscaya akan dapat membantu dunia usaha, pemerintah, serta lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk merancang, mengadopsi dan meraih manfaat yang ditawarkan cloud computing. Ronnie Tay selaku Chief Executive Officer (CEO), Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) juga mengumumkan peluncuran lab awan yang baru ini pada Upacara Pembukaan even unggulan IDA, CloudAsia 2010. Untuk Anda ketahui, CloudAsia 2010 merupakan tempat berkumpulnya para peneliti dan praktisi Cloud dan Grid Computing.
“IDA senang dapat berkolaborasi dengan IBM dalam Inisiatif Lab Awannya. IDA menganggap komputasi awan sebagai paradigm penting berikutnya di bidang komputasi yang dapat membantu mempertajam daya saing perusahaan dan organisasi. Kami ingin mengembangkan sebuah komputasi awan yang ‘hidup’ di kawasan ini maupun di bagian dunia lainnya,” terang Tay.
“Lab Awan di Singapura ini akan membantu IDA mewujudkan rencana master iN2015 miliknya dan mempercepat pengadopsian komputasi awan oleh semua organisasi untuk membangun Sungapura yang Lebih Pintar,” tutur Alan Ganek (Chief Technology Officer dan Wakil Presiden Strategi dan Teknologi, Software Group, IBM).
Seperti dikutip dari pernyataan Michael Barnes (Wakil Presiden, Software Research, Springboard Research), investasi Lab awan IBM yang baru di Singapura ini akan menjadi bagian penting bagi pasar Komputasi Awan yang masih dalam tahap dini. Dimana pada masa itu sumber daya dan dukungan sangat diperlukan untuk mengatasi ketidakpastian dan keraguan yang menjadi ciri khas pasar ini di tahap awal.
Tak hanya itu, Lab Singapura ini juga akan berperan sebagai gerbang bagi dunia usaha, pemerintah, lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Seluruhnya guna mengakses teknologi dan infrastruktur awan. Juga untuk memanfaatkan piranti lunak, layanan dan lab penelitian IBM di seluruh dunia.
0 komentar:
Posting Komentar